Persepsi Keagamaan yang Kondusif terhadap Kejahatan Trafficking: Berkaca pada Pandangan Tokoh Agama di Cirebon dan Indramayu

E-mail Cetak PDF

Blakasuta Ed. 7 (2004)

Di wilayah Cirebon-Indramayu, pesantren merupakan komunitas berbasis religius yang mengakar kuat dan berpengaruh. Pesantren memiliki fungsi strategis dalam transformasi sosial-kultural disana. Soal kasus perdagangan perempuan dan anak misalnya, disikapi masyarakat Cirebon-Indramayu tidak terlepas dari persepsi agama.

Praktik trafiking dianggap bentuk perbudakan baru; dimana hukum Islam dengan tegas melarangnya. Sayangnya, penolakan itu belum dibarengi pemahaman masyarakat yang cukup terhadap proses, modus maupun unsur-unsur perdagangan perempuan yang mengarah praktik trafficking. Kondisi itu, menimbulkan rendahnya sensitifitas masyarakat ketika melihat persoalan-persoalan trafficking di sekitarnya terjadi.

Untuk lebih lengkapnya, silakan click di sini untuk membuka pdf-nya.

 

Resensi Buku

 

Bertemu dengan Para Pemikir Islam dalam Buku Pak Kiai

 Secara khusus, Kiai Husein hanya membahas tiga kitab dan ditambah dua sosok pemikir...

 

Nalar Islam Nusantara

Berdasarkan studi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia dapat diketahui adanya kecenderu...

Add to Google

Statistik

Anggota : 447
Konten : 901
Web Link : 13
Jumlah Kunjungan Konten : 1358509

Yang Online

Kami memiliki 30 Tamu online

PEMBERITAHUAN: Alamat kantor kami yang semula di JL. SURATNO NO. 37 Cirebon, mulai Kamis, 08 Desember 2011 pindah di JL. SWASEMBADA NO. 15 MAJASEM - KARYAMULYA CIREBON JAWA BARAT 45132 Telp./Fax. 62-231-8301548