Berita

Santri Konselor Sebaya Bicara Kepemimpinan

Setiap empat bulan sekali, para santri konselor sebaya untuk kesehatan reproduksi dan seksualitas dari 12 pesantren di Wilayah Cirebon bertemu, untuk berbagi pengetahuan, melalui berbagi informasi dan pengalaman tentang Kespro dan Seksualitas, juga penguatan kapasitas.

Hari ini, 5 September 2014, adalah kali ke-4 pertemuan jaringan ini digelar. Pertemuan jaringan selalu dilakukan di pesantren tempat konselor sebaya nyantri, hal ini dimaksudkan agar semua konselor sebaya merasa lebih dekat dan mengenal pesantren-pesantren lain. Juga bisa saling memperhatikan fasilitas-fasilitas atau kondisi pesantren, jika lebih bagus dari pesantren tempatnya belajar, tentu ini akan menjadi inspirasi agar juga dilakukan di pesantrennya. Jika menurutnya kurang baik, akan memberikan saran untuk perbaikan.

Pertemuan jaringan yang bertempat di aula PP. Miftahul Muta’alimin dan dihadiri oleh 20 konselor sebaya ini mengangkat tema tentang Kepemimpinan Perempuan, para konselor sebaya diajak berdiskusi tentang kriteria kepemimpinan, tipe-tipe kepemimpinan, bagaimana menjadi seorang pemimpin, pemimpin seperti apa yang disukai dan tidak disukai, tentu saja diskusi diiringi dengan permainan-permainan yang membuat suasana tidak membosankan, karena acaranya sampai pukul 15.30 WIB.

Tim Fasilitator, dari Bayt al-Hikmah, yaitu Masitoh, Asih, Lili dan Dede mengawali diskusi dengan memperlihatkan foto tiga dimensi melalui in focus, kemudian konselor sebaya diajak menebak ada gambar apa saja dalam foto tersebut. Setelah itu, permainan cermin, setiap konselor sebaya saling berpasangan, satu orang menjadi cermin bagi pasangannya. Lalu, tim fasilitator mengajak mereka merefleksikan bagaimana perasaan menjadi pemimpin, bagaimana perasaan menjadi pengikut.

Pada sessi akhir, tim fasilitator mengajak para konselor sebaya menyampaikan strategi yang sudah dan akan dilakukan sebagai konselor sebaya di lingkungannya, terutama di lingkungan pesantren, sessi ini menggunakan metode jejaring, ada tali rafia yang menghubungkan satu sama lain. Tim fasilitator menyampaikan bahwa semua orang memiliki strategi, memiliki sumber daya baik pengetahuan dan fasilitas, yang bisa saling berhubungan satu sama lain, sehingga dalam melakukan strategi ini semua bisa saling bersinergi untuk mewujudkan tujuan bersama, yaitu informasi kesehatan reproduksi dan seksualitas yang memadai.(AA)

 

Live In, Upaya Mengenalkan Ahmadiyah Lebih Dekat

Live In, Upaya Mengenalkan Ahmadiyah Lebih Dekat

Mengutip apa yang disampaikan Ihsan Ali Fauzi, seorang akademisi juga peneliti dan aktivis pluralisme dalam sebuah acara yang diadakan Pemuda Lintas I...

Perempuan Cirebon dapat Anugerah S.K. Trimurti 2014

Perempuan Cirebon dapat Anugerah S.K. Trimurti 2014

Pada Jumat (22/8) lalu, Nyai Hj Masriyah Amva menerima anugerah Penghargaan S.K. Trimurti 2014 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Anugerah kepada...

Memelihara Lebih Penting Daripada Mengatasi

Memelihara Lebih Penting Daripada Mengatasi

Akhir-akhir ini studi perdamaian menggejala didunia riset. Pilihan situasi damai menjadi riset penting, karena studi situasi konflik tidak sepenuhnya ...

Upaya Melestarikan Hutan

 

Masyarakat sekitar lereng Dunung Ciremai tengah gundah, hutan tempat mereka menyambung hidup tengah terancam ‘dijual’ oleh pemerintah. Lewat pem...

Siapa Butuh Perda Perenggut Nyawa?

Hentikan Diskriminasi Perempuan Atas Nama Agama dan Kesusilaan!!!

Apa jadinya jika seseorang dituduh melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya. Dipaksa...

Agar Suara Perempuan Terus Didengar

Agar Suara Perempuan Terus Didengar

 

Kemampuan berkomunikasi dan memilih strategi yang efektif adalah salah satu syarat menjadi pemimpin. Selain juga kemampuan menentukan tujuan, kemamp...

halaman 1 dari 62

Pemikiran Buya Husein


MENGANGKAT TRADISI UNTUK KEADILAN DAN KEMANUSIAAN

28/11/2013 | KH Husein Muhammad
  Kondisi kehidupan bersama masyarakat dalam negara-bangsa dalam satu dasawarsa ini tengah mengalami krisis multidimensi yang akut. Berbagai problem sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan agama terus mendera-dera bangsa ini. Reformasi tahun 1998 yang semula diimpikan sebagai pintu masuk untuk membuka jalan...
Joomla! Україна

Resensi Buku

 

Nalar Islam Nusantara

Berdasarkan studi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia dapat diketahui adanya kecenderu...

 

Post-tradisionalisme Islam dan Tradisi NU

Tradisi dalam NU dan pesantren tidak bisa disamakan begitu saja dengan tradisi gerakan Isl...

Feed RSS

feed-image Feed

Add to Google

Statistik

Anggota : 225
Konten : 1021
Web Link : 12
Jumlah Kunjungan Konten : 1598573

Yang Online

Kami memiliki 8 Tamu online