Polres Cirebon Kota Kumpulkan Ormas Islam, Cegah Terorisme

kapolresta_toga“Masih ada 5 DPO teroris Cirebon  yang masih berkeliaran dan 15 bom yang belum ditemukan,” kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Asep Edi Suheri, SIK mengawali pembicaraan dalam acara “Tatap Muka Kapolres Cirebon Kota dengan  Tokoh Islam, Ormas Islam, Pimpinan Pesantren, Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Islam dalam Mewujudkan Kamtibmas”  di Mapolresta Cirebon, 22 Juni 2011 lalu. ”Saya berharap para tokoh yang hadir di sini bisa membantu mewujudkan Cirebon yang damai. Jangan sampai ada teror bom lagi,”

Lebih  lanjut Kapolres juga menyatakan betapa pentingnya peran tokoh-tokoh Islam di Cirebon ini untuk mengantisipas paham terorisme ini. Jika saja tidak ada peristiwa bom di Masjid Ad Zikra, diam-diam Cirebon menjadi basis terorisme yang cukup besar, yang sudah digarap tak kurang sejak 6 tahun lalu. “ Saya berharap para ulama dan pondok pesantren untuk selalu waspada dan cermat agar para santrinya tak terlibat paham terorisme ini,” kata Kapolres sambil menjelaskan langkah-langkah antisipasi yang terus dilakukan oleh pihaknya.

Dalam pertemuan yang tak kurang dihadiri oleh 40 peserta itu Ketua MUI Kota Cirebon KH. Drs Solihin Uzer merasaprihatin dengan pemahaman akan Jihad yang keliru.  Pemahaman yang keliru soal jihad itu memandang semua yang berbeda pahamnya dianggap kafir dan pantas diperangi sehingga mereka seolah memperoleh pembenaran untuk membunuh orang. “Memahami Islam harus kaffah dan utuh, tidak boleh sepotong-sepotong,”jelas Pak Uzer. “ Kita menyebarkan Islam seluas-luasnya dan seluwes-luwesnya.” Artinya cara-cara damai yang harus dilakukan dalam mengembangkan Islam.

Rasa prihatin juga disampaikan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Cirebon H. Djaenal Arifin,  M.Ag.  Pak Arifin juga menyoroti peran pesantren agar bisa membangun kesadaran tentang perdamaian dalam pengamalan ajaran Islam dalam proses pengajarannya.

Sementara Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon  Prof. Dr. Abdullah Ali berpendapat bahwa selain terorisme, gangguan Kamtibmas  lain di Kota Cirebon adalah rawan kriminalitas seperti percopetan, Miras, prostitusi, dan premanisme dan tawuran warga. “Polisi harus lebih berani mengambil langkah inisiatif atasi  potensi gangguan Kamtibmas di titik-titik rawan tersebut,” pinta Abdulah Ali yang juga Ketua Forum Kota Bersih (Fokasih) ini.

Pada akhir acara, Kapolres AKBP Asep Edi Suheri menyebutkan bahwa pertemuan ini menjadi masukan yang berharga bagi Kepolisian Cirebon Kota dalam menyerap informasi dan aspirasi masyarakat terkait Kamtibmas  di Kota Cirebon dan berharap kepada para tokoh Islam untuk bekerjasama mengantisipasi paham radikalisme, terorisme, dan mencegah gangguan Kamtibmas dengan perannya masing-masing. (noes)

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Pemikiran Buya Husein

KH. Husein Muhammad

Membangun Kembali Karakter Bangsa

Hari ini 11 tahun Fahmina. Berkaitan dengan hari ini, pertama-tama saya ingin menyampaikan “Selamat Datang” di kampus Fahmina, kawasan terpadu Lembaga Fahmina, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), dan SMK Buana Bahari Cirebon. Kampus yang sejak tahun 2008 digunakan Fahmina.

Resensi Buku

 

Bertemu dengan Para Pemikir Islam dalam Buku Pak Kiai

 Secara khusus, Kiai Husein hanya membahas tiga kitab dan ditambah dua sosok pemikir...

 

Nalar Islam Nusantara

Berdasarkan studi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia dapat diketahui adanya kecenderu...

Feed RSS

feed-image Feed

Add to Google

Statistik

Anggota : 447
Konten : 901
Web Link : 13
Jumlah Kunjungan Konten : 1358366

Yang Online

Kami memiliki 37 Tamu online

PEMBERITAHUAN: Alamat kantor kami yang semula di JL. SURATNO NO. 37 Cirebon, mulai Kamis, 08 Desember 2011 pindah di JL. SWASEMBADA NO. 15 MAJASEM - KARYAMULYA CIREBON JAWA BARAT 45132 Telp./Fax. 62-231-8301548