TKI di Malaysia Khawatir Razia, KBRI Terus Melakukan Pendekatan

Jakarta, Kompas - Tenaga kerja Indonesia di Malaysia kini mulai khawatir menjadi sasaran razia terhadap pekerja asing ilegal sektor jasa. Mereka mulai berjaga-jaga dan berbagi informasi dengan TKI di wilayah lain untuk mengantisipasi razia oleh Pemerintah Malaysia.

Demikian disampaikan Karmadi, TKI asal Jawa Timur, saat dihubungi di Selangor, Malaysia, Kamis (18/2). Selangor merupakan salah satu titik ekonomi Malaysia dengan kawasan industri yang mempekerjakan ratusan ribu pekerja asing.

”Sekarang kami saling waspada. Tadi malam saja saya tidak tidur karena dengar kabar ada razia,” ujar Karmadi.
TKI patut khawatir karena sebagian besar dari mereka bekerja tanpa memegang paspor dan tidak memiliki izin kerja resmi. Permintaan tinggi dan kemudahan imigrasi membuat ribuan TKI ilegal mengalir ke Malaysia.

Malaysia mulai pekan ini merazia pekerja asing ilegal dan tidak membuka peluang pemutihan bagi mereka yang ingin bekerja ilegal.

Mereka masuk lewat jalur udara, laut, atau darat melalui perbatasan di Kalimantan dengan menggunakan visa kunjungan yang hanya berlaku 30 hari. Saat ini ada 2,2 juta TKI, dengan sedikitnya satu juta orang bekerja tanpa memiliki dokumen resmi.

Aktivis Migrant Care Malaysia, Alex Ong, mengungkapkan, razia terhadap pekerja asing ilegal tidak hanya meresahkan TKI. Pengguna jasa dan pengusaha penempatan pekerja asing waktu tertentu (outsourcing) Malaysia pun kini resah.

Alex mengungkapkan, RELA, yakni aparat khusus penangkap pekerja asing di bawah Kementerian Dalam Negeri Malaysia, sudah melakukan 7.099 razia dan menangkap 47.310 pekerja asing.

Dari para pekerja asing itu, 26.545 orang di antaranya adalah pendatang tanpa izin, 8.655 orang kelebihan waktu tinggal, 6.836 orang penyelewengan izin kerja, dan 699 orang menggunakan dokumen palsu.

Organisasi nonpemerintah setempat mendesak agar korban razia diberi tempat yang tepat. Alex mengingatkan, tindakan Pemerintah Malaysia dapat berdampak signifikan terhadap sektor jasa.

Menurut Alex, organisasi pengusaha jasa gerai makanan mengajukan nota kesepahaman (MOU) kepada pemerintah untuk mempermudah prosedur perizinan pekerja asing di gerai mereka. ”Pekerja setempat tidak meminati pekerjaan ini sehingga mereka butuh pekerja asing,” katanya.

KBRI lakukan pendekatan

Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur dilaporkan terus mengadakan pendekatan dengan pemerintah setempat untuk mengetahui maksud razia ini. Dalam Rapat Gabungan Indonesia-Malaysia VI tentang pembahasan MOU perlindungan TKI informal sektor domestik, hal ini telah dipertanyakan.

Akan tetapi, wakil Pemerintah Malaysia menyatakan akan menginformasikan KBRI saat razia digelar. Saat ini, KBRI menyiapkan pelayanan administrasi yang cepat bagi TKI yang hendak memperpanjang kontrak kerja ataupun dokumen keimigrasian untuk pulang ke Tanah Air.

Namun, yang menjadi persoalan, KBRI kerap menjumpai kasus WNI mengurus dokumen pulang menggunakan nama palsu. Mereka ingin mengelabui pusat data imigrasi Malaysia agar terhindar dari denda.

Mereka tidak menyadari, tindakan tersebut justru mempersulit diri sendiri. Pasalnya, pihak imigrasi Malaysia akan langsung menolak permohonan keluar (check out memo) saat menemukan data masuk dan keluar yang tidak sinkron. (Ham)


Sumber: Kompas.com

 

Add comment


Security code
Refresh

Pemikiran Buya Husein

KH. Husein Muhammad

Membangun Kembali Karakter Bangsa

Hari ini 11 tahun Fahmina. Berkaitan dengan hari ini, pertama-tama saya ingin menyampaikan “Selamat Datang” di kampus Fahmina, kawasan terpadu Lembaga Fahmina, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), dan SMK Buana Bahari Cirebon. Kampus yang sejak tahun 2008 digunakan Fahmina.

Resensi Buku

 

Bertemu dengan Para Pemikir Islam dalam Buku Pak Kiai

 Secara khusus, Kiai Husein hanya membahas tiga kitab dan ditambah dua sosok pemikir...

 

Nalar Islam Nusantara

Berdasarkan studi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia dapat diketahui adanya kecenderu...

Feed RSS

feed-image Feed

Add to Google

Statistik

Anggota : 439
Konten : 884
Web Link : 13
Jumlah Kunjungan Konten : 1234971

Yang Online

Kami memiliki 54 Tamu online

PEMBERITAHUAN: Alamat kantor kami yang semula di JL. SURATNO NO. 37 Cirebon, mulai Kamis, 08 Desember 2011 pindah di JL. SWASEMBADA NO. 15 MAJASEM - KARYAMULYA CIREBON JAWA BARAT 45132 Telp./Fax. 62-231-8301548