fahmina institute Cirebon

Makna 40 Hari Wafatnya Gus Dur

40 Hari Gus Dur40 Hari sudah, Gus Dur meninggalkan dunia. Seperti apakah makna wafatnya Gus Dur bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia?

Putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid memaparkan, dunia dan masyarakat telah kehilangan Gus Dur dengan cara kehilangannya masing-masing.

"Bagi warga Tionghoa tidak akan lupa bagaimana Gus Dur menghidupkan kebudayaan dan memberikan kesempatan untuk menjalankan keyakinan, seperti Imlek. Mereka juga kehilangan orang yang telah menghapuskan dikriminasi," katanay di kediaman keluarga Gus Dur, Ciganjur, Jakarta, Minggu (7/2).

Bagi non muslim, sambungnya, telah kehilangan orang yang memberikan pelindungan untuk menjalankan agama dan kepercayaan mereka masing-masing.

"Bagi Papua, Gus Dur telah mengembalikan harga diri dengan mengizinkan memakai nama Papua dan mengibarkan bendera tradisional mereka bintang kejora. Bagi nahdliyin, Gus Dur adalah orang yang membuat NU menjadi kekuatan penompang di Indonesia dan dunia internasional. Bagi warga miskin, Gus Dur memberikan perlindungan dan pengayoman," paparnya.

Gus Dur, lanjut Yenny, selalu percaya bahwa seorang pemimpin adalah bayangan Allah SWT di dunia. Hanya kalau mereka bisa melindungi semua orang di dunia seolah tidak ada yang ditakuti Gus Dur, karena Gsu Dur hanya takut kepada Allah SWT.

"Dia hanya ingin ridho Allah bukan popularitas. Dan itu diterjemahkan dengan cara, 'gitu aja kok repot'. Gus Dur selalu mengajarkan, benamkan dirimu dalam kekosongan, artinya jika melakukan sesuatu bukan untuk mengharapkan apa-apa, pangkat, popularitas atau apapun," tuturnya.

Menurutnya, semua hal telah diterima Gus Dur, baik yang memberi atau mengkhiananti. "Seperi itulah Gus Dur. Keikhlasan beliau terlihat, dalam beberapa tahun dia sakit, tapi enggak pernah mengeluh. Dia bilang, kalau ngeluh artinya dia tidak rela dengan takdir Allah SWT. Cita-cita Gus Dur menjadikan Indonesia yang sejatera, aman dan aman dalam berkeyakinan dimana semua orang bisa beribadah dalam keyakinannya masing-masing. Islam harus menjadikan Indonesia yang harus jadi pelindung mereka yang lemah, itu waisat beliau," imbuhnya. [mut] (sumber: Bayu Hermawan/INILAH.COM)
 

Komentar (0)Add Comment

Tulis komentar

security code
Write the displayed characters


busy
 

Pemikiran Buya Husein

KH. Husein Muhammad

Keimanan: Keyakinan Personal

Iman berarti percaya dengan tanggungjawab. Kata lain dari iman adalah akidah atau keyakinan yang mengikat. Keimanan adalah basis, fondasi dan inti agama.

Resensi Buku

 

Nalar Islam Nusantara

Berdasarkan studi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia dapat diketahui adanya kecenderu...

 

Post-tradisionalisme Islam dan Tradisi NU

Tradisi dalam NU dan pesantren tidak bisa disamakan begitu saja dengan tradisi gerakan Isl...

Statistik

Anggota : 215
Konten : 716
Web Link : 10
Jumlah Kunjungan Konten : 469183

Yang Online

Kami memiliki 15 Tamu online

Add to Google