Hadapi Wahabi, Kyai NU Cirebon Rapatkan Barisan

Para kiai pesantren yang tergabung dalam Ulama NU se-Kab. Cirebon, menyerukan kepada umat Islam di Indonesia agar mewaspadai gerakan keagamaan baru dari luar yang ingin mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi Negara Islam dengan system khilafah.
 
Para kiai juga meminta umat Islam terutama warga nahdhiyin agar berhati-hati terhadap agenda gerakan transnasional, yang membawa misi aliran Wahabi dari Arab Saudi yang ingin menggeser tradisi keagamaan NU dengan budaya mereka sendiri. Sebab mereka yang anti tradisi NU itu melakukannya melalui berbagai cara, mislnya dengan mensyurukkan, memuratdkan dan mengkafirkan budaya keagamaan NU.

Demikian beberapa butir hasil pertemuan Saresehan Kiai NU se Kab. Cirebon, Minggu (25/5) di Pondok Pesantren Khatulistiwa, Kempek, Kec. Gempol. Hadir dalam pertemuan itu antara lain KH. Syarif Utsman Yahya (Kempek Ciwaringin), KH. Syarif Hud Yahya (Babakan Ciwaringin), KH. Rahmatullah dan KH. Mughni (Tegal Gubug), KH. Mansur (Jagapura Gegesik), KH. Haris Jauhari (Susukan), KH. Ibrahim Rozi (Weru), KH. Zahid Hidayat (Plered), KH. Doim (Kapetakan), KH. Hamidin (Gunung Djati), KH. Mahfudz Bakri (Kasepuhan). Selanjutnya dari wilayah Timur, KH. Faizin Adnan dan KH. Zuhdi (Losari), KH. Hasanuddin Kriyani (Buntet), KH. Ridwan Sufyan (Pabedilan), serta para aktifis NU lainnya.

Menurut pengasuh pesantren Khatulistiwa Kempek yang juga penggagas pertemuan saresehan, KH. Syarif Utsman Yahya, umat Islam harus menyatukan langkah dan gerak dalam menghadapi kenyataan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

“Bagi NU, NKRI yang yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sudah final. Tidak ada bentuk Negara lain di Indonesia di luar itu. Siapa pun tidak boleh mengubah bentuk Negara yang dihasilkan para tokoh dan pendiri negeri ini. Dan tradisi paham Ahli Sunnah Waljama’ah atau Aswaja versi NU sudah menyatu dengan kultur masyarakat. Oleh karena itu, pihak luar harus menghargai perbedaan dan jangan merasa pahamnya sendiri yang paling benar,” terangnya.

Mencium Gelagat

Salah seorang aktifis muda NU dan salah seorang peserta saresehan, Drs. Marzuki Wahid, M.Ag, mengatakan, para kiai sudah mencium gelagat seperti itu dan akhirnya bertemu serta membahasnya dalam forum saresehan tersebut. “Namun kyai-kyai menyikapinya secara arif dan bijaksana. Dan akan mengingatkan semua masyarakat agar berhati-hati dengan dua ancaman, pertama, yang ingin mengubah system Negara NKRI dan kedua mengganti kultur NU serta mengecamnya,” katanya.

Pihaknya berharap, agar golongan trans-nasional yang membawa misi wahabi itu menghormati pluralitas atau kemajemukan di Indonesia. Keragaman keberagamaan di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Makanya, satu sama lain harus saling menghargai sebab sama-sama bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah seperti serta para sahabat Nabi.

“Jadi jangan saling mengkafirkan, memurtadkan dan mengklaim syirik golongan lain. Kalau tak suka jangan mengecam dan menjelek-menjelekkan, jalani ibadah versi keyakinan masing-masing. Selanjutnya jangan suka mengklaim atas nama umat Islam. Padahal, umat Islam di Indonesia sangat beragam pahamnya. Kita harus menghargai kebudayaan bagaimana nusantara sebagai basis kebangsaan. Tradisi NU sudah puluhan tahun, moso mau digeser dengan budaya kaum wahabi yang baru beberapa tahun datang ke Indonesia”, tandasnya.(C-20)


Sumber: Mitra Dialog, edisi 26 Mei 2008, dengan judul asli Hargai Perbedaan, diketik ulang oleh Ali Mursyid
 

 

Comments  

 
0 #13 RE: Hadapi Wahabi, Kyai NU Cirebon Rapatkan BarisanIslambukanSyiahJIL 2011-12-19 09:26
Quoting islam:
saya mantan orang nu, anti muhammadiyah.salafi,wahabi, sekarang anti nu krn kyai nu tuh

ajaranya menyimpang hadis

Hati-hati....banyak Syiah yang menyusup ke NU dengan ber-taqiyah... Terbukti bahwa SAID AGIL SIRADJ adalah Syiah tulen. Kebenciannya terhadap Salafy sangat kental, sama seperti Syiah lainnya. Sekarang SAID AGIL denghan “Dusta progandanya (Taqiyah) MENGGELORAKAN KEBENCIAN KALANGAN NU terhadap SALAFY. INGAT : SALAFY TIDAK MEMBENCI NU.....NU - SALAFY ADALAH SAUDARA SE IMAN... SAID/SYIAH DAN JIL memanfaatkan perbedaan keduanya dengan mengadu domba keduanya...
Quote
 
 
0 #12 RE: Hadapi Wahabi, Kyai NU Cirebon Rapatkan BarisanIslambukanSyiahJIL 2011-12-19 09:25
Quoting asih:
kang saya sepakat dengan hasil dari para Kyai-kyai sepuh, tetapi hasil dari saresehan haruslah ditransformasik an ke warga msayarakat terutama warga nahdiyin, karena tidak semua warga nahdiyin paham,sehingga mereka paham gerakan-gerakan apa yang dilakukan oleh wahabi jika tidak sadar atau tidak, tidak sedikit bukan hanya warga nahdiyin yang tua yang muda bahkan mereka terkadang mengikutinya.thanks

Hati-hati....banyak Syiah yang menyusup ke NU dengan ber-taqiyah... Terbukti bahwa SAID AGIL SIRADJ adalah Syiah tulen. Kebenciannya terhadap Salafy sangat kental, sama seperti Syiah lainnya. Sekarang SAID AGIL denghan “Dusta progandanya (Taqiyah) MENGGELORAKAN KEBENCIAN KALANGAN NU terhadap SALAFY. INGAT : SALAFY TIDAK MEMBENCI NU.....NU - SALAFY ADALAH SAUDARA SE IMAN... SAID/SYIAH DAN JIL memanfaatkan perbedaan keduanya dengan mengadu domba keduanya...
Quote
 
 
0 #11 RE: Hadapi Wahabi, Kyai NU Cirebon Rapatkan BarisanIslambukanSyiahJIL 2011-12-19 09:22
Hati-hati....banyak Syiah yang menyusup ke NU dengan ber-taqiyah... Terbukti bahwa SAID AGIL SIRADJ adalah Syiah tulen. Kebenciannya terhadap Salafy sangat kental, sama seperti Syiah lainnya. Sekarang SAID AGIL denghan “Dusta progandanya (Taqiyah) MENGGELORAKAN KEBENCIAN KALANGAN NU terhadap SALAFY. INGAT : SALAFY TIDAK MEMBENCI NU.....NU - SALAFY ADALAH SAUDARA SE IMAN... SAID/SYIAH DAN JIL memanfaatkan perbedaan keduanya dengan mengadu domba keduanya...Quoting asih:
kang saya sepakat dengan hasil dari para Kyai-kyai sepuh, tetapi hasil dari saresehan haruslah ditransformasik an ke warga msayarakat terutama warga nahdiyin, karena tidak semua warga nahdiyin paham,sehingga mereka paham gerakan-gerakan apa yang dilakukan oleh wahabi jika tidak sadar atau tidak, tidak sedikit bukan hanya warga nahdiyin yang tua yang muda bahkan mereka terkadang mengikutinya.thanks
Quote
 
 
0 #10 RE: Hadapi Wahabi, Kyai NU Cirebon Rapatkan BarisanIslambukanSyiahJIL 2011-12-19 09:13
Hati-hati....banyak Syiah yang menyusup ke NU dengan ber-taqiyah... Terbukti bahwa SAID AGIL SIRADJ adalah Syiah tulen. Kebenciannya terhadap Salafy sangat kental, sama seperti Syiah lainnya. Sekarang SAID AGIL denghan “Dusta progandanya (Taqiyah) MENGGELORAKAN KEBENCIAN KALANGAN NU terhadap SALAFY. INGAT : SALAFY TIDAK MEMBENCI NU.....NU - SALAFY ADALAH SAUDARA SE IMAN... SAID/SYIAH DAN JIL memanfaatkan perbedaan keduanya dengan mengadu domba keduanya...
Quote
 
 
0 #9 RE: Hadapi Wahabi, Kyai NU Cirebon Rapatkan Barisanislam wahabi 2011-08-21 17:03
Quoting anti wahabi:
Quoting Fahmi Muhaimin:
Sya mantan pengurus NU, setelah lebih serius mempelajari Al-Qur'an dan hadits, ternyata memang buanyak sekali praktek saudara-saudara dari NU yang bertentangan dengan kedua sumber hukum utama agama Islam. Apa setelah tahu banyak sekali penyimpangan tersebut kita diperintahkan berdiam diri, tidak mendakwahkannya .... ? Bagaimana ini, Islam mengajak kita kpd kebenaran, bukan budaya nenek moyang saja. Mau dibawa kemana Islam ini ... ?

Klo ada perbedaan paham.. itu biasa, mari kita bahas perbedaan tersebut secara fair, adil, tanpa harus emosi karena merasa sudah duluan, sudah besar, dll. Kekuatan dalil yang akan memutuskan siapa yang lebih dekat dengan kebenaran.


ANe gak yakin ente mantan pengurus NU...kalo mmg bener, ente gak dpt jabatan ya? hehehhe

ngomongin masalah Warisan NEnek MOYANG, itulah yang di wariskan WALISONGO...dan FAKTA 85% penduduk indonesia mjd ISLAM itu Berkat WALISONGO. sedangkan kita? jgn kan yg sisa 15% nya, 1% aja non muslim jd muslim aja blm tnt MAMPU..bahkan MENGKAFIRKAN sesama MUSLIM...

islam sedang sibuk2 nya memuslimkan kafir....sedangkan WAHABI sibuk MENGKAFIRKAN MUSLIM...think wisely or shut up !!


oh yang dikejar orang-orang NU hanya jabatann ya, pantes aja indonesia ngga majumaju, yang mesti dibasmi faham JIL bukan wahabi
Quote
 
 
0 #8 mrBasmi wahbabi 2011-07-31 00:56
Kita harus kompak, rapatkan barisan, saya setuju banget bahwa wahbabi adalah musuh bersama mereka anti kebangsaan, kita akan dihancurkan melalui ajaran wahbabi..!
Hidup Indonesia, Basmi wahbabi....!
Quote
 
 
+1 #7 BAJAK SA-WAHanti wahabi 2011-06-15 12:29
Quoting Fahmi Muhaimin:
Sya mantan pengurus NU, setelah lebih serius mempelajari Al-Qur'an dan hadits, ternyata memang buanyak sekali praktek saudara-saudara dari NU yang bertentangan dengan kedua sumber hukum utama agama Islam. Apa setelah tahu banyak sekali penyimpangan tersebut kita diperintahkan berdiam diri, tidak mendakwahkannya .... ? Bagaimana ini, Islam mengajak kita kpd kebenaran, bukan budaya nenek moyang saja. Mau dibawa kemana Islam ini ... ?

Klo ada perbedaan paham.. itu biasa, mari kita bahas perbedaan tersebut secara fair, adil, tanpa harus emosi karena merasa sudah duluan, sudah besar, dll. Kekuatan dalil yang akan memutuskan siapa yang lebih dekat dengan kebenaran.


ANe gak yakin ente mantan pengurus NU...kalo mmg bener, ente gak dpt jabatan ya? hehehhe

ngomongin masalah Warisan NEnek MOYANG, itulah yang di wariskan WALISONGO...dan FAKTA 85% penduduk indonesia mjd ISLAM itu Berkat WALISONGO. sedangkan kita? jgn kan yg sisa 15% nya, 1% aja non muslim jd muslim aja blm tnt MAMPU..bahkan MENGKAFIRKAN sesama MUSLIM...

islam sedang sibuk2 nya memuslimkan kafir....sedangkan WAHABI sibuk MENGKAFIRKAN MUSLIM...think wisely or shut up !!
Quote
 
 
+1 #6 Gitu aja Kok Repot ... ^_^Reza 2011-04-25 12:09
Isi Berita ini sudah Bagus .. hanya JUDULnya memicu pertikaian antara Orang Tua & Anak ( NU & WAHABI )

Kalau Qt bisa rukun dengan Non Muslim, kenapa tidak dengan Sesama muslim .. ??!!!!! ^_^
Quote
 
 
-1 #5 RE: Hadapi Wahabi, Kyai NU Cirebon Rapatkan BarisanFahmi Muhaimin 2011-04-18 08:36
Sya mantan pengurus NU, setelah lebih serius mempelajari Al-Qur'an dan hadits, ternyata memang buanyak sekali praktek saudara-saudara dari NU yang bertentangan dengan kedua sumber hukum utama agama Islam. Apa setelah tahu banyak sekali penyimpangan tersebut kita diperintahkan berdiam diri, tidak mendakwahkannya .... ? Bagaimana ini, Islam mengajak kita kpd kebenaran, bukan budaya nenek moyang saja. Mau dibawa kemana Islam ini ... ?

Klo ada perbedaan paham.. itu biasa, mari kita bahas perbedaan tersebut secara fair, adil, tanpa harus emosi karena merasa sudah duluan, sudah besar, dll. Kekuatan dalil yang akan memutuskan siapa yang lebih dekat dengan kebenaran.
Quote
 
 
+1 #4 tambah bingung saya???Abdullah Ginanjar 2010-01-14 04:11
Sejak kecil saya hidup dilingkungan NU, gede sekolah di Muhammadiyah, hidup berumah tangga ketemu ma aliran macem2 kek tablig kompor, ldii, tarekot, mujahidin, pks, dll tapi kok bikin tambah bingung umat muslim dengan keanehan beragam kelompok itu, apa lagi saya???? yg secara orang awam dan sedang menuntut ilmu, Yang saya pelajari dari Islam sendiri justru tidak mengajarkan perpecahan seperti itu, entah organisasi, parte, kelompok, dll. Saya sekarang berjenggot, celana gantung ya karena Islam yang mengajarkan demikian,, aadapun sejak kecil saya mengean macam2 dzikir dari lingkungan Nu ternyata setelah saya pelajari itu semua tidak pernah diajarkan Rasulullah. mari berbagi dan menuntut ilmu Islam lebih dalam. smangadh!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Pemikiran Buya Husein

KH. Husein Muhammad

Membangun Kembali Karakter Bangsa

Hari ini 11 tahun Fahmina. Berkaitan dengan hari ini, pertama-tama saya ingin menyampaikan “Selamat Datang” di kampus Fahmina, kawasan terpadu Lembaga Fahmina, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), dan SMK Buana Bahari Cirebon. Kampus yang sejak tahun 2008 digunakan Fahmina.

Resensi Buku

 

Bertemu dengan Para Pemikir Islam dalam Buku Pak Kiai

 Secara khusus, Kiai Husein hanya membahas tiga kitab dan ditambah dua sosok pemikir...

 

Nalar Islam Nusantara

Berdasarkan studi terhadap ormas-ormas Islam di Indonesia dapat diketahui adanya kecenderu...

Feed RSS

feed-image Feed

Add to Google

Statistik

Anggota : 447
Konten : 901
Web Link : 13
Jumlah Kunjungan Konten : 1358361

Yang Online

Kami memiliki 35 Tamu online

PEMBERITAHUAN: Alamat kantor kami yang semula di JL. SURATNO NO. 37 Cirebon, mulai Kamis, 08 Desember 2011 pindah di JL. SWASEMBADA NO. 15 MAJASEM - KARYAMULYA CIREBON JAWA BARAT 45132 Telp./Fax. 62-231-8301548