Hotel Sunyaragi, 26-28 Oktober 2011. 30 peserta alumni Pelatihan Islam dan Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan oleh Fahmina Institute pada tahun 2010, kini dipertemukan kembali dalam Pelatihan lanjutan terkait tema yang sama, dari 60 alumni, Fahmina Institute memilih 30 alumni dari 15 Pesantren se-Wilayah III Cirebon.
Berbeda dengan pelatihan sebelumnya yang lebih memperkenalkan tentang pengetahuan dasar Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas, pelatihan kali ini membahas lebih dalam tentang tema tersebut, juga lebih memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengekplorasi lebih dalam pengalaman mereka baik saat mereka berdiskusi tentang Kespro dan seksualitas di lingkungannya (pesantren) maupun masalah-masalah Kespro dan seksualitas yang berasal dari santri lain, sedangkan mereka merasa belum mengetahui jawabannya.
Pelatihan yang diadakan di Hotel Sunyaragi selama tiga hari ini, difasilitatori oleh tim Fahmina Institute, yaitu Rozikoh, Rosidin, Alifatul dan Marzuki Wahid sebagai kordinator Fasilitatornya. Sedangkan narasumber diampu oleh para pakar yang ahli di isu Kespro dan Seksualitas dalam perspektif Islam, yaitu Ninuk Widyantoro, seorang psikolog yang juga pendiri Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP- Jakarta) dan KH. Faqihuddin Abdul Kodir, peneliti, akademisi, juga Kyai yang sangat aware pada isu-isu perempuan, termasuk Kesehatan Reproduksi dan seksualitas.
Peserta, selain mendapatkan materi, juga diajak oleh fasilitator untuk membuat skema bagaimana seharusnya menjadi remaja yang sehat baik secara fisik, psikis, sosial dan spiritual terutama di lingkungan pesantren? Lalu, bersama-sama mewujudkannya dengan menggandeng stakeholders yang ada. Misalnya, remaja yang sehat adalah remaja yang sadar baik secara pengetahuan maupun tindakan untuk memelihara kebersihan kamar mandi di Pesantren, maka yang dilakukan adalah bekerja sama dengan pihak pengurus untuk membuat jadual ketat untuk melakukan kebersihan kamar mandi, juga ada satu kelompok yang menyatakan membutuhkan orang tetap yang dibayar oleh pihak pesantren untuk bertanggung jawab membersihkan kamar mandi di setiap harinya.
Pelatihan ini memang lebih ditujukan bagaimana santri, pengurus, ustadz dapat menjadi pihak yang pro aktif dalam mewujudkan pesantren yang pro kesehatan reproduksi dan seksualitas. Semoga! (AA)



Google
Facebook
Twitter
Myspace
Linkedin
Yahoo
Digg
Del.icoi.us
Windows Live
Furl
Reddit
Blogger
Technorati
Rain Concert 